Ternyata! Banyak kantong darah PMI terinfeksi HIV/AIDS
Membaca berita di bawah, saya iseng googling dengan keywords “kantong darah PMI aids”. Berharap hanya ada 1-2 kasus yang seperti ini di Indonesia.
Ternyata oh ternyata..
Kasus ini juga terjadi di Samarinda, Pekanbaru, Jayapura, Tegal,Tangerang, Banyumas, Ponorogo, Malang, Jombang, Mojokerto. Semakin di buka halaman pencarian google, semakin terkuak pula peristiwa penemuan seperti itu. Wah, ternyata sudah menasional. Ini yang baru terdeteksi. Bagaimana halnya dengan daerah-daerah lain yang tidak dilakukan pemeriksaan seperti ini?
Kasihan sekali orang yang sakit, kemudian butuh transfusi darah, eh malah terkena virus HIV. Masalahnya, terinfeksi atau tidaknya baru diketahui beberapa tahun kemudian..
Jadi kalau butuh darah, mungkin lebih baik langsung ke teman-teman yang kita kenal. Begitu barangkali kesimpulannya..?

(diambil dari palangmerah.org)
————–
Banyak kantong darah PMI terinfeksi HIV/AIDS, awas!
Tuesday, 02 December 2008 08:00 WIB WASPADA
ONLINE
http://www.waspada.co.id/berita/awas-banyak-kantong-darah-pmi-terinfeksi-hiv/aids.html
PALANGKARAYA - Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kalimantan Tengah
menyatakan risiko penyebaran penyakit HIV/AIDS di wilayah itu semakin
mengkhawatirkan dengan ditemukannya puluhan kantong darah yang terinfeksi
penyakit yang mematikan itu.
“Kami terus memperketat screening setiap pendonor, karena tahun lalu 21
kantong darah terinfeksi HIV/AIDS, sedangkan tahun ini jumlahnya masih belum
diketahui,” kata Wakil Ketua I Bidang Kesehatan PMI Kalteng Arnold
Singarimbun, di sela aksi Hari AIDS Sedunia di Palangkaraya, tadi pagi.
Dalam peringatan Hari AIDS Sedunia di Kalimantan Tengah yang difokuskan di
Bundaran Besar Palangkaraya, petugas PMI melakukan aksi pembagian ratusan
pita merah sebagai lambang keperdulian pemberantasan HIV/AIDS.
Menurut Arnold, meski di Kalteng jumlah penderita HIV/AIDS relatif sedikit,
pihaknya bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus berupaya
menggalakkan upaya pencegahan penyebaran penyakit itu kepada masyarakat.
Khusus pencegahan penularan melalui transfusi darah, PMI selalu teliti
terhadap setiap orang yang mau menyumbangkan darahnya untuk menghindari
darah terkontaminasi virus HIV/AIDS, hepatitis B, hepatitis C, malaria, dan
sipilis.
“Puluhan kantong yang terinfeksi itu kami cek ulang, selanjutnya langsung
kami buang untuk dimusnahkan,” katanya.
Penemuan puluhan kantong darah terinfeksi HIV/AIDS tersebut sebagian besar
berasal dari Kota Palangkaraya, sedangkan sejumlah kasus serupa juga
ditemukan di Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat dengan jumlah masih
dalam hitungan jari.
Sementara itu, data Dinas Kesehatan Kalteng menyebutkan, penyebaran virus
HIV/AIDS di wilayah itu cenderung bertambah meski jumlahnya relatif sedikit
di bawah 10 kasus per tahun.
Secara keseluruhan sejak tahun 2002 hingga 2007 hanya ditemukan sebanyak
127 penderita HIV se-Kalimantan Tengah, sedangkan untuk tahun 2008 ditemukan
tujuh penderita AIDS baru melalui sero survei.
Kepala Dinas Kesehatan Kalteng dr. Don Leiden, menambahkan, pemerintah
daerah selalu mengedepankan langkah promotif dan preventif dalam upaya
pemberantasan penyakit HIV/AIDS.
“Kegiatan sosialisasi kepada masyarakat selalu kami lakukan, terkait bahaya
dan risiko penyebaran penyakit HIV/AIDS,” katanya.
Sementara itu, upaya kuratif terhadap penderita penyakit yang mematikan
itu, tetap difokuskan di Rumah Sakit Umum Daerah Doris Sylvanus
Palangkaraya, yang merupakan rumah sakit rujukan satu-satunya di Kalteng.
Tertarik pada IT, Blogging, SEO, Politik, Dakwah, Islam, Indonesia, Sosial, Pendidikan, Wirausaha, Bisnis, dll





