BangUji.net

Learn To Share
Random Image

Tertarik pada IT, Blogging, SEO, Politik, Dakwah, Islam, Indonesia, Sosial, Pendidikan, Wirausaha, Bisnis, dll


Archive for the ‘Keluarga’


RS Mitra Keluarga Bekasi masih melarang jilbab?

Keterlaluan sekali RS Mitra Keluarga Bekasi (MKB) ini. Zaman keterbukaan begini masih melarang pakai jilbab. Bisa-bisa disorakin orang satu Indonesia. Hehehe..

Sungguh aneh.. RS-nya berada di negara muslim terbesar di Indonesia. Kok melarang orang memakai busana sesuai keyakinannya. Read More

Ketika ummi sakit gigi..

Sabtu jam sepuluh pagi kemarin, ummi -panggilan untuk istri saya- berguling-guling di tempat tidur. Airmatanya mengalir dengan deras. Mukanya meringis kesakitan. Tangannya ditempelkan ke pipinya. Saya yang baru saja kembali rumah dari rumah nenek (ibu saya) yang hanya berjarak 20 meter dari rumah, tentu saja panik. Wah ada apa ini..

“Abi.., ummi sakit gigi.. hu hu hu.. Sakit banget..”

Hohoho.. ternyata sakit gigi. “MasyaAllah ummi, sakit banget ya.. Yuk ke dokter yuk..” Saya katakan seperti itu sambil menatapnya dengan cemas..

***

Beberapa hari yang lalu sebenarnya ummi juga sudah pernah sakit gigi. Bahkan sudah 2 minggu ini, sakitnya timbul tenggelam. Saya sudah katakan untuk segera ke dokter gigi. Agar sakitnya tidak berlarut-larut.

“Mahal, Bi, lebar..”, katanya. Lebar itu bahasa sunda, diucapkan seperti mengucapkan kata “lebaran” artinya “sayang”, maksudnya sayang duitnya, karena ke dokter gigi mahal.

“Kalau mau murah, coba ke puskesmas di dekat kelurahan dong Mi..”, saya bilang sambil tersenyum. “Kata orang orang dokternya bagus kok.”

Umi mengiyakan usulan saya. Tapi hanya sekedar itu. Sampai sabtu pagi itu, ummi tidak juga ke puskesmas. Biasanya memang sakitnya agak reda, setelah ummi menggigit kapas yang sudah dibasahi dengan Habbat’S Oil. Mungkin setelah itu jadi lupa untuk berobat. Ya sudah, ini mungkin peringatan dari Allah.

***

“Kan abi sudah bilang supaya umi ke dokter, atau minimal ke puskesmas. Kalau hari sabtu gini kan puskesmas tutup.”

“Huhuhu…huhuhu..Ya Allah bi.. sakit banget..” Wah, umi menangis makin keras. Berguling-guling.

“Coba abi telepon dokter aja ya..” saya berusaha menenangkan istri.

“Huhuhu..huhuhu.. Coba tanya nenek, nomor telepon drg Karnalis berapa. Huhuhu.. ini sakitnya lebih sakit dari melahirkan.”

“Ya Allah, masa sih mi.. lebih sakit dari melahirkan..?” Saya kaget dan sulit percaya, ternyata sedemikian dahsyatnya sakit gigi yang dialami istri saya. Padahal, dia melahirkan 2 kali: yang pertama operasi cesar, yang kedua melahirkan dengan normal dengan jarak hanya 17 bulan. Melahirkan pertama, sakit yang dirasakan adalah pasca operasi di daerah bekas operasi.

Melahirkan yang kedua, tentu saja sakit ketika mules hingga melahirkan. Saya saja yang menemani istri selama melakukan persalinan yang kedua itu seakan-akan merasakan sakit yang dideritanya, apatah lagi dia.

Wah, ternyata ada yang lebih sakit dari itu. Yaitu sakit gigi!

“Yah mi.. drg Karnalis nya baru aja selesai praktek. Baru praktek lagi nanti malam jam 19.00. Gimana?”

Istri saya menjawab dengan.. “Huwa..huwa..”

***

Sepanjang hari itu ummi terlihat sering meringis menahan sakit gigi. Akhirnya habis isya kami berangkat ke dokter dan gigi ummi pun ditambal sementara. Alhamdulillah.. Semoga ini yang terakhir. Semoga saya tidak pernah sakit gigi. Amin..

NB. Gambar diambil dari sini. Sekaligus di link itu ada cara menyikat gigi yang baik dan benar.

Selamat Hari Ibu..

Selamat Hari Ibu

Selamat Hari Ibu..

Dear Rekan-rekan
Tanggal 22 Desember adalah hari ibu.
Apa yang bisa teman-teman lakukan untuk memperingatinya?
Tentunya kita tidak bisa membalas perjuangannya mengandung selama sembilan bulan [terutama saya sebagai lelaki :) ]
Tentunya kita tidak bisa membayar perjuangannya melahirkan kita
Tentunya kita juga tidak bisa membalas jasanya membesarkan kita dimasa kecil, menyusui, begadang, bahkan terkadang ia mendahulukan kepentingan kita dibanding kepentingan dirinya sendiri..

Wah, kalau di list, banyak sekali jasa beliau terhadap kita.. Bahkan sampai kita punya anak pun, kasih beliau begitu besar dirasakan

Bagaimana kalau hari ini kita memberikan sesuatu untuk mereka?
Apa ya..

Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, siapa yang paling berhak memperoleh pelayanan dan persahabatanku?” Nabi Saw menjawab, “ibumu…ibumu…ibumu, kemudian ayahmu dan kemudian yang lebih dekat kepadamu dan yang lebih dekat kepadamu.” (Mutafaq’alaih).

Seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan berkata, “Wahai Rasulullah, aku telah membawa ibuku di atas kudukku sepanjang 2 farsakh ( 1 farsakh kurang lebih 8 km) pada hari yang sangat panas yang sekiranya aku melemparkan beberapa potong daging, maka daging itu akan masak. Apakah aku telah melaksanakan syukurku padanya?” Beliau bersabda, “Barangkali itu sama dengan saru kali hentakan (saat melahirkan).”
[Hadits dalam Majmu’uz Zawaid, diriwayatkan oleh Buraidah RA– diambil dari buku Tarbiyatul Awlad, Dr. Abdullah Nashih Ulwan]

Keterangan Gambar: Ibu saya, adik saya, dan 2 anak saya ketika menengok istri saya yang baru lahiran anak kedua September 2007 lalu.

Saya (jadi) Ingin Pergi Haji

masjidilharam1.jpg

Sekitar sebulan yang lalu saya Alhamdulillah berkesempatan menghadiri Walimatus safar bibi saya yang insyaAllah akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini. Walimatus safar itu semacam acara yang diadakan untuk melepas seseorang yang akan melaksanakan ibada haji. Di dalamnya ada taushiyah (ceramah) haji, permohonan maaf (dari yang akan menunaikan ibadah haji), doa, silaturahmi dan makan-makan. Sebelumnya, saya tidak terlalu paham hikmah dan manfaat dari walimatus safar ini. Karena sejauh yang saya tahu, Rasulullah tidak mencontohkannya (CMIIW-Koreksi ya kalo salah). Tapi setelah kemarin ikut ini, saya merasakan banyak manfaat dari acara ini. Dan ujung-ujungnya.. saya jadi ingin pergi haji.. Amin

Pada tulisan ini, saya ingin me-resumekan apa yang disampaikan oleh Pak Ustadz dalam taushiyahnya. Inilah taushiyah yang membuat saya (jadi) ingin pergi haji. Ingin dalam arti bertekad untuk segera menunaikannya. InsyaAllah bermanfaat buat kita semua.

Naik haji itu sangat erat berkaitan dengan kekuatan niat, kerinduan dan tekad. Banyak kisah tentang orang yang tidak mampu secara finansial, tapi Allah mengundangnya ke Baitullah. Banyak juga diantara kita yang mampu secara finansial, tetapi tidak jua melakukannya. Adalah rahasia Allah menentukan apakah kita layak diundang olehNya atau tidak. Nah, tugas kita adalah menguatkan niat, kerinduan dan tekad tersebut agar Allah berkenan mengundang kita. Bagaimana caranya?

1. Perbanyak Doa kepada Allah SWT
Doa adalah cermin dari keinginan yang kuat. Kita meminta kepada Allah SWT karena Dia lah Yang Berwenang untuk mengundang seseorang ke Baitullah. Seberapa banyak keinginan kita pergi haji bisa dilihat dari doa kita, apakah kita pernah atau sering berdoa meminta kepada Allah untuk (pergi haji) ini atau tidak.

2. Kuasai Manasik Haji
Jika kita sudah maksimal berdoa, mari dorong juga dengan kesiapan ilmu tentang haji. Ini tentu saja akan membuktikan kesungguhan doa kita dihadapan Allah. Bukankah kita minta kepada Allah agar ketika kita sekali pergi haji, langsung mendapat haji mabrur? Nah itu dimulai dari penguasaan ilmu ibadah haji.

3. Buka Tabungan Haji
Buat yang jauh dari Arab Saudi, pasti biaya haji jadi besar. Wajar jika anda yang punya penghasilan pas-pasan, tidak bisa langsung punya uang full untuk naik haji. Oleh karena itu, kita perlu mencicil dengan membuka tabungan haji. Ini juga sebagai bukti kesungguhan doa dan tekad kita (di hadapan Allah). Jika sudah punya tabungan haji, rutinlah mengisi sedikit demi sedikit. Sehingga pada saatnya nanti Allah mengundang kita, Dia akan menggenapkan tabungan kita dari arah yang (sering) tidak disangka-sangka.

4. Perbanyak mengikuti walimatus safar
Perbanyak mengikut walimatus safar dalam rangka: satu, membuktikan keinginan dan tekad kita (dihadapan Allah SWT); dua, meminta doa dari yang akan pergi haji (terutama minta didoakan ketika berada di tempat-tempat mustajab doa); tiga, mendengarkan kisah-kisah perjalanan haji insyaAllah menguatkan tekad kita; empat, mendapatkan tips-tips ibadah haji yang nyaman; empat, mengenal medan haji yang katanya sangat menguji fisik.

5. Perbanyak mendengar pengalaman ibadah haji
Ini sangat penting untuk menguatkan tekad kita. Bukankah ada hadits nabi yang mengatakan: “Kawan pendamping yang sholeh ibarat penjual minyak wangi. Bila dia tidak memberimu minyak wangi, kamu akan mencium keharumannya. Sedangkan kawan pendamping yang buruk ibarat tukang pandai besi. Bila kamu tidak terjilat apinya, kamu akan terkena asapnya. (HR. Bukhari)”

6. Lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan ibadah
Jika kita dekat dengan Allah, tentu Allah juga dekat dengan kita, dan tidak sungkan-sungkan untuk mengabulkan keinginan kita.

Demikian kira-kira tips-tips yang diberikan oleh Pak Ustadz untuk kita menguatkan niat, kerinduan dan tekad tersebut agar Allah berkenan mengundang kita menunaikan ibadah haji.

Satu lagi pesan beliau, ibadah haji itu menuntut kekuatan fisik yang prima. Oleh karena itu, agar kita bisa maksimal beribadah, ibadah haji ini disarankan dilakukan di sebelum tua, yaitu ketika fisik kita masih kuat.

Wallahu a’lam bish-shawab. Semoga bermanfaat.
Teriring doa.. Ya Allah, semoga hambamu ini, beserta orang tua dan keluarga, ini bisa menunaikan ibadah haji tahun depan. Amin

Alhamdulillah, Telah Lahir Puteri Kami yang Kedua

Terima kasih, Jazakumullah khairan katsiira untuk doa yang Anda lantunkan untuk kami sekeluarga…

Akhirnya, puteri kami yang kedua telah lahir dengan selamat, melalui persalinan normal pada hari Jumat 21 Sep 2007 pukul 23.30 di Rumah Bersalin Al Fauzan, Jl Condet Raya Jaktim. Berat bayi 2.55 kg, panjangnya 47 cm.

Mohon doa dari rekan-rekan sekalian, agar Allah SWT memberi kami kekuatan untuk mendidik dan merawatnya sehingga menjadi anak yang sehat, sholihah, cerdas dan berbakti kepada agama, bangsa, negara, dan orang tuanya..

Setelah anak kami yang pertama–sekarang umurnya 18 bulan–di cesar (nulisnya yang benar gimana sih? ), kami berusaha dan berdoa agar yang kedua ini bisa normal.. Walhamdulillah, Allah SWT mengijabah doa dan usaha kami.

Btw, namanya sudah ada, yaitu Shofiyyah Assalimah. Nama Shofiyyah diambil dari istri Rasulullah SAW, yang artinya bersih, jernih, suci. Assalimah artinya Wanita yang selamat, lurus. Jadi kira-kira artinya: Wanita yang suci dan lurus, seperti Shofiyyah istri Rasulullah SAW. Amin.

Sekali lagi, terima kasih untuk doa dan ucapan selamat yang Anda layangkan untuk kami.. Alhamdulillah, saat ini ibu dan bayinya sudah di rumah dan dalam keadaan yang sehat wal ‘afiyat.

Ini dia fotonya dan kakak Muthia..:)

Ini Foto sekeluarga di depan Rumah Bersalin nya [InsyaAllah pelayanannya memuaskan..]