BangUji.net

Learn To Share
Random Image

Tertarik pada IT, Blogging, SEO, Politik, Dakwah, Islam, Indonesia, Sosial, Pendidikan, Wirausaha, Bisnis, dll


Archive for the ‘Sosial Kemasyarakatan’


Data Statistik Agresi Israel ke Jalur Gaza

Menurut Otoritas Kantor Pusat Statistik Palestina, lebih dari 1300 orang meninggal dunia, lebih dari 400 diantaranya adalah anak-anak. 5400 orang lainnya luka-luka. Lebih dari 22.000 bangunan hancur atau rusak. Agresi selama 22 hari itu membuat kerugian secara ekonomi sekitar US$ 1,9 milyar. Sekitar 80% tanaman pangan di Gaza juga hancur akibat agresi militer.

Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, yang tengah berkunjung ke Jalur Gaza, mengatakan, dia sangat bersedih atas kehancuran yang dia saksikan di sana. “Kondisi di Gaza mengguncang dan meremukkan perasaan,” katanya.

Diambil dari berbagai sumber (republika, tempo interaktif, eramuslim)

Berita yang lain bisa dilihat di http://www.infopalestina.com/ms/

Buku Layak Baca: Parlemen Undercover

Buku yang menarik. Resensi di bawah diambil dari kompas.

 

Kamis, 20 November 2008 | 23:32 WIB

Oleh: Yayat R. Cipasang*


Judul Buku: Parlemen Undercover (Kisah-kisah Sontoloyo Wakil Rakyat Negeri Indosiasat)
Penulis: Abu Semar
Penyunting: Akmal Nasery Basral
Penerbit: Ufuk Press
Cetakan: Pertama, Agustus 2008
Tebal: xvii+251 halaman
ANDA masih ingat kasus anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Max Moein yang diduga terlibat mesum dengan sekretaris pribadinya, Desi Fridiyanti.

Belakangan Desi yang mengaku sudah tidak perawan lagi ini dipecat Max. Desi melalui LBH pembela kaum perempuan meminta pertanggungjawaban anggota DPR yang sebelumnya lebih dikenal berkarier dalam dunia periklanan ini.

Foto Max juga beredar di internet tengah memeluk seorang perempuan tanpa baju. Dalam foto lain, Max tengah tidur pulas “kelelahan” dan di sampingnya seorang perempuan telentang sambil berpaling ke arah Max.

Untuk menguji dua foto tersebut, Badan Kehormatan (BK) DPR dengan tujuan mencari “kebenaran” meminta pendapat ahli telematika Roy Suryo dan kedua foto panas tersebut diuji di Laboratorium Institut Teknologi Bandung (ITB).

Hasilnya? Hanya anggota BK DPR yang tahu.

Tapi daripada Anda meminta anggota BK untuk segera mengumumkan keputusan final atas perilaku anggota Dewan yang memang masuk kategori brengsek tersebut, saya sarankan Anda mendingan membaca buku kumpulan cerita atau sketsa berjudul Parlemen Undercover (Kisah-kisah Sontoloyo Wakil Rakyat Negeri Indosiasat).

Read More

Ternyata! Banyak kantong darah PMI terinfeksi HIV/AIDS

Membaca berita di bawah, saya iseng googling dengan keywords “kantong darah PMI aids”. Berharap hanya ada 1-2 kasus yang seperti ini di Indonesia.

Ternyata oh ternyata..

Kasus ini juga terjadi di Samarinda, Pekanbaru,  Jayapura, Tegal,Tangerang, Banyumas, Ponorogo, Malang, Jombang, Mojokerto. Semakin di buka halaman pencarian google, semakin terkuak pula peristiwa penemuan seperti itu. Wah, ternyata sudah menasional. Ini yang baru terdeteksi. Bagaimana halnya dengan daerah-daerah lain yang tidak dilakukan pemeriksaan seperti ini?

Kasihan sekali orang yang sakit, kemudian butuh transfusi darah, eh malah terkena virus HIV. Masalahnya, terinfeksi atau tidaknya baru diketahui beberapa tahun kemudian..

Jadi kalau butuh darah, mungkin lebih baik langsung ke teman-teman yang kita kenal. Begitu barangkali kesimpulannya..?

(diambil dari palangmerah.org)

————–

Banyak kantong darah PMI terinfeksi HIV/AIDS, awas!

Tuesday, 02 December 2008 08:00 WIB WASPADA
ONLINE

http://www.waspada.co.id/berita/awas-banyak-kantong-darah-pmi-terinfeksi-hiv/aids.html

PALANGKARAYA - Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kalimantan Tengah
menyatakan risiko penyebaran penyakit HIV/AIDS di wilayah itu semakin
mengkhawatirkan dengan ditemukannya puluhan kantong darah yang terinfeksi
penyakit yang mematikan itu.
Read More

Jalan Masuk UI yang Memprihatinkan

Hari sabtu pagi, saya sempatkan untuk jogging di UI. Rasanya sudah lebih dari 3 bulan tidak olahraga. Rasanya badan jadi ringkih, pipi jadi agak tembem, perut jadi agak.. hehehe. Anak-anak lagi tidur, kesempatan meluncur berdua saja sama istri :) Kebetulan juga istri mau belajar mengendarai motor.

Masuk UI via Stasiun Pondok Cina saya tertarik mengambil gambarnya dari ponsel. Cukup memprihatinkan memperhatikan akses masuk ke universitas terbesar di Indonesia ini. Coba perhatikan. Apa yang anda tangkap dari foto dibawah ini.

Hasil penglihatan saya..

  1. Jalannya ‘gradagan’ –tidak rata– membuat motor terguncang-guncang jika terlalu cepat. Kalau angin lewat pasti debunya beterbangan. Kerikil-kerikil berserakan. Kasihan yang naik motor dengan muatan yang banyak seperti gambar itu. Harus berhati-hati, pelan-pelan. Saya pernah melihat mahasiswi berboncengan terjatuh di pintu tersebut, karena motornya terpeleset ketika dia mengerem. Komentar saya: apakah tidak sanggup beli aspal? hehehe..
  2. Jalan dibatasi cuma cukup untuk satu motor lewat. Pengendara motor atau pejalan kaki lewat harus antri. Komentar saya: tidak ramah pejalan kaki, dengan resiko debu, dan ‘berkompetisi’ dengan motor, tentu pejalan kaki kalah.
  3. Jalan yang seharusnya sekitar 3-4 meter itu ditutupi oleh seng hingga 90 persennya. Seng dipasang dengan sembrononya. Lihatlah kayu-kayu yang menjadi rangka seng itu. Lihatlah kayu yang menjadi ‘gapura’ masuknya. Komentar saya: Kurang mengesankan sebuah institusi pendidikan tinggi yang harusnya mengedepankan teknologi, keindahan, kemanusiaan. Bukankah ini center of exellence untuk ilmu-ilmu sosial kemasyarakatan, dan ada pula teknik arsitektur disana ? :P Coba deh Bapak Rektornya sekali-sekali disuruh lewat sini..
  4. Lihatlah bagaimana dua gerbang itu mengharuskan pengendara dan pejalan kali melakukan rute yang zig zag. Pengendara dan pejalan kaki dari arah yang berlawanan tidak bisa saling melihat dan saling mengantisipasi, kecuali sedikit saja. Kecuali mereka harus berhenti di depan gerbang kedua dan melongok arus dari arah yang berlawanan. Kesan saya: harusnya ada polisi lalulintas yang mengatur arus yang bergantian. Atau lampu merah sekalian..:P
  5. Plang “HATI-HATI BUKAN JALAN UMUM” digantung di depan ‘gerbang’ pertama. Komentar saya: bukan jalan umum? ya iyalah.. (gaul mode on). Itukan jalan masuk UI, bukan jalan umum. Terus kenapa kita harus berhati-hati karena itu? Kalau ini saya tahu jawabannya, karena alasan nomor 1-4 di atas.. Iya kan?

Setelah mengambil gambar, saya masuk ke dalam dan menuju perpustakaan pusat UI. Lumayan sepi, cocok untuk jogging dan belajar motor. Sambil berharap, semoga pintu masuk itu bisa menjadi perhatian yang berwenang.

Fauzie Abdullah,

Warga Depok