BangUji.net

Learn To Share
Random Image

Tertarik pada IT, Blogging, SEO, Politik, Dakwah, Islam, Indonesia, Sosial, Pendidikan, Wirausaha, Bisnis, dll



Jalan Masuk UI yang Memprihatinkan

Hari sabtu pagi, saya sempatkan untuk jogging di UI. Rasanya sudah lebih dari 3 bulan tidak olahraga. Rasanya badan jadi ringkih, pipi jadi agak tembem, perut jadi agak.. hehehe. Anak-anak lagi tidur, kesempatan meluncur berdua saja sama istri :) Kebetulan juga istri mau belajar mengendarai motor.

Masuk UI via Stasiun Pondok Cina saya tertarik mengambil gambarnya dari ponsel. Cukup memprihatinkan memperhatikan akses masuk ke universitas terbesar di Indonesia ini. Coba perhatikan. Apa yang anda tangkap dari foto dibawah ini.

Hasil penglihatan saya..

  1. Jalannya ‘gradagan’ –tidak rata– membuat motor terguncang-guncang jika terlalu cepat. Kalau angin lewat pasti debunya beterbangan. Kerikil-kerikil berserakan. Kasihan yang naik motor dengan muatan yang banyak seperti gambar itu. Harus berhati-hati, pelan-pelan. Saya pernah melihat mahasiswi berboncengan terjatuh di pintu tersebut, karena motornya terpeleset ketika dia mengerem. Komentar saya: apakah tidak sanggup beli aspal? hehehe..
  2. Jalan dibatasi cuma cukup untuk satu motor lewat. Pengendara motor atau pejalan kaki lewat harus antri. Komentar saya: tidak ramah pejalan kaki, dengan resiko debu, dan ‘berkompetisi’ dengan motor, tentu pejalan kaki kalah.
  3. Jalan yang seharusnya sekitar 3-4 meter itu ditutupi oleh seng hingga 90 persennya. Seng dipasang dengan sembrononya. Lihatlah kayu-kayu yang menjadi rangka seng itu. Lihatlah kayu yang menjadi ‘gapura’ masuknya. Komentar saya: Kurang mengesankan sebuah institusi pendidikan tinggi yang harusnya mengedepankan teknologi, keindahan, kemanusiaan. Bukankah ini center of exellence untuk ilmu-ilmu sosial kemasyarakatan, dan ada pula teknik arsitektur disana ? :P Coba deh Bapak Rektornya sekali-sekali disuruh lewat sini..
  4. Lihatlah bagaimana dua gerbang itu mengharuskan pengendara dan pejalan kali melakukan rute yang zig zag. Pengendara dan pejalan kaki dari arah yang berlawanan tidak bisa saling melihat dan saling mengantisipasi, kecuali sedikit saja. Kecuali mereka harus berhenti di depan gerbang kedua dan melongok arus dari arah yang berlawanan. Kesan saya: harusnya ada polisi lalulintas yang mengatur arus yang bergantian. Atau lampu merah sekalian..:P
  5. Plang “HATI-HATI BUKAN JALAN UMUM” digantung di depan ‘gerbang’ pertama. Komentar saya: bukan jalan umum? ya iyalah.. (gaul mode on). Itukan jalan masuk UI, bukan jalan umum. Terus kenapa kita harus berhati-hati karena itu? Kalau ini saya tahu jawabannya, karena alasan nomor 1-4 di atas.. Iya kan?

Setelah mengambil gambar, saya masuk ke dalam dan menuju perpustakaan pusat UI. Lumayan sepi, cocok untuk jogging dan belajar motor. Sambil berharap, semoga pintu masuk itu bisa menjadi perhatian yang berwenang.

Fauzie Abdullah,

Warga Depok